Aku...
Tak pernah merasa naif jika kau tak terlahir..
Kaki ini tetap kuat melangkah jika saja kau tetap merunduk di rahim ibumu..
Satupun rasa tak kupupuk bila kau tak menjadi malaikatku di hari itu..
Kenapa kau harus menjelma menjadi sosok perempuan???
Kujadikan kau musuh terbesarku jika saja kau seorang lelaki..
Sayang,
Tuhan tak berikanku cara untuk membencimu..
Terlalu banyak Dia beriku jalan untuk mencintamu...
remember one thing...shit always happens...
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Mei 2013
Mata di Mimpiku
Coba melangkah disaat malam..
Menuai hitam warnanya langit..
Akui.. dinginnya tetap setia..
Menghantarkan dinda ke pelataran mata yang membalut kelam dinding hati..
Aku tak akan mau mempertanyakan lagi..
Sepasang mata yang tak lagi pancarkan binar..
Kini benar meredup di satu sudut ruang bangunan tua..
Matamu tak melihat cantiknya..
Bibirmu tak mengecup teduhnya..
Hatiku yang merasa indahnya..
Perjalanan maya tak pernah berbatas..
Sebuah dunia dimana aku menyentuhnya sampai aku terbangun di pertengahan malam..
Menuai hitam warnanya langit..
Akui.. dinginnya tetap setia..
Menghantarkan dinda ke pelataran mata yang membalut kelam dinding hati..
Aku tak akan mau mempertanyakan lagi..
Sepasang mata yang tak lagi pancarkan binar..
Kini benar meredup di satu sudut ruang bangunan tua..
Matamu tak melihat cantiknya..
Bibirmu tak mengecup teduhnya..
Hatiku yang merasa indahnya..
Perjalanan maya tak pernah berbatas..
Sebuah dunia dimana aku menyentuhnya sampai aku terbangun di pertengahan malam..
Teriakkan
Semua membaur..
Untuk sekedar mencari pelipur..
Semua teriak..
Untuk sekedar melepas cara..
Mereka tak bergeming,
Pun untuk sekali..
Berikan peranku dalam drama klasik yang tersusun rapi dan mereka sebut itu hidup..
Aku bukan satu dari mereka..
Aku hanya pembawa pesan raja untuk mereka..
Dan kembalikan ingatku tentangnya di tengah riuh kesahnya peluhku..
Agar mampu ku membaur..
Untukku sekedar berteriak..
Untuk sekedar mencari pelipur..
Semua teriak..
Untuk sekedar melepas cara..
Mereka tak bergeming,
Pun untuk sekali..
Berikan peranku dalam drama klasik yang tersusun rapi dan mereka sebut itu hidup..
Aku bukan satu dari mereka..
Aku hanya pembawa pesan raja untuk mereka..
Dan kembalikan ingatku tentangnya di tengah riuh kesahnya peluhku..
Agar mampu ku membaur..
Untukku sekedar berteriak..
Tak Lagi Mati
Sepatutnya..
Ruangan ini terlalu rapuh untuk mengubur..
Jiwa yang mati disini tertumpuk membusuk rapi di setiap sudutnya..
Kalian tahu?? fajar kali ini terasa hangat..
Jiwa kami tak lagi mati..
Semuanya terbangung, berdiri sejenak untuk menjawab kumandang yang kian terabaikan..
Wangi tak tercium menelusup masuk mengisi setiap rongganya..
Hari esokpun telah sedia menyambut firdaus..
Ruangan ini terlalu rapuh untuk mengubur..
Jiwa yang mati disini tertumpuk membusuk rapi di setiap sudutnya..
Kalian tahu?? fajar kali ini terasa hangat..
Jiwa kami tak lagi mati..
Semuanya terbangung, berdiri sejenak untuk menjawab kumandang yang kian terabaikan..
Wangi tak tercium menelusup masuk mengisi setiap rongganya..
Hari esokpun telah sedia menyambut firdaus..
Bunga Perawan
Jangan menentang..
Belum saatnya..
Kembang masih harus berbunga sekali lagi..
Umpamakan aku dalam barisan..
Saat kau berjalan..
Aku kembali..
Mencari lagi makna tentangku..
Kau berlarilah sendiri..
Kakimu jauh lebih kuat..
Nanti menua jika menunggu..
Kawan sampaikan pesanku..
Pada bunda pasti kan tanyakanku..
Katakan aku masih ingin disini..
Tunggui satu lagi bunga..
Semoga indah..
Biar gairah aku memetik...
Belum saatnya..
Kembang masih harus berbunga sekali lagi..
Umpamakan aku dalam barisan..
Saat kau berjalan..
Aku kembali..
Mencari lagi makna tentangku..
Kau berlarilah sendiri..
Kakimu jauh lebih kuat..
Nanti menua jika menunggu..
Kawan sampaikan pesanku..
Pada bunda pasti kan tanyakanku..
Katakan aku masih ingin disini..
Tunggui satu lagi bunga..
Semoga indah..
Biar gairah aku memetik...
kawan, teman, sahabat...apalah kalian menyebut itu...
Tanya yg terus ingin kuajukan..
Pada bu guru saat masa kanakku...
Perumpamaan tentang teman..
Pengartian akan kawan..
Definisi sesungguhnya dari seorang sahabat..
Sampai detik ini, jawab tak kunjung menyapa..
Pernah kawan meminta..
Pernah teman memberi..
Pernah sahabat menemani..
Tafsiran hanya satu pandangan tentang kenyataan..
Kata sesungguhnya, tertulis lugas di dalam kamus..
Ayah berikannya sebagai hadiah..
Apalah kalian menyebut itu..
Kawanku tak memicingkan mata saat menatap..
Temanku mengartikan kataku..memahami gerakku..memilah kata saat berucap..
Sahabatku sadari isyarat hati pada kekasih...
Itu yg terpenting..
Begitu sedikit pahamku tentang mereka..
Pun ternyata adaku tak sepertinya...
Kuyakin kau mengerti...
Harusnya kau begitu..
Pahami itu...
Pada bu guru saat masa kanakku...
Perumpamaan tentang teman..
Pengartian akan kawan..
Definisi sesungguhnya dari seorang sahabat..
Sampai detik ini, jawab tak kunjung menyapa..
Pernah kawan meminta..
Pernah teman memberi..
Pernah sahabat menemani..
Tafsiran hanya satu pandangan tentang kenyataan..
Kata sesungguhnya, tertulis lugas di dalam kamus..
Ayah berikannya sebagai hadiah..
Apalah kalian menyebut itu..
Kawanku tak memicingkan mata saat menatap..
Temanku mengartikan kataku..memahami gerakku..memilah kata saat berucap..
Sahabatku sadari isyarat hati pada kekasih...
Itu yg terpenting..
Begitu sedikit pahamku tentang mereka..
Pun ternyata adaku tak sepertinya...
Kuyakin kau mengerti...
Harusnya kau begitu..
Pahami itu...
Senin, 12 Maret 2012
kita semua berperan
Jangan menunduk..
Aku pun sama..
Pernah menyakiti hati yg tulus..
Pun dia menjerit, biar saja, semoga esok dia bersinar..
Jemputlah tuan, dia mengobati luka..
Bila berdarah dia membalut lembut..
Teruskan menangis..
Aku pun sama..
Pernah menangis karena sakitnya..
Takkan hilang, terus berbekas..
Angkuh takkan menghapus..
Seakan kau yg pling tersakiti..
Berperan sendiri salahkan manusia..
Terus saja membenci, lanjutkan mencaci..
Hidupmu masih tersisa terus memaki..
Suatu hari kau pasti terengah..
Mungkin mati dengan kebencianmu padaku..
Kau kira hanya kau yg berkhayal..
Semua punya peran tersendiri dalam khayalnya...
Aku pun sama..
Pernah menyakiti hati yg tulus..
Pun dia menjerit, biar saja, semoga esok dia bersinar..
Jemputlah tuan, dia mengobati luka..
Bila berdarah dia membalut lembut..
Teruskan menangis..
Aku pun sama..
Pernah menangis karena sakitnya..
Takkan hilang, terus berbekas..
Angkuh takkan menghapus..
Seakan kau yg pling tersakiti..
Berperan sendiri salahkan manusia..
Terus saja membenci, lanjutkan mencaci..
Hidupmu masih tersisa terus memaki..
Suatu hari kau pasti terengah..
Mungkin mati dengan kebencianmu padaku..
Kau kira hanya kau yg berkhayal..
Semua punya peran tersendiri dalam khayalnya...
Minggu, 11 Maret 2012
sekedar mengingat..
Kawan bercerita tentangmu hari itu..
Ada binar terlintas..
Sampai akhirnya menyesal detik ini...
Rumit sebenarnya hati..
Tak pernah tahu kapan akan tertegun..
Daun saja tak bergoyang jika tak berangin..
Kenapa hati bergeming hanya karenamu??
Kau tak menari..
Kau tak merayu..
Tetap saja membuat darah menyentak ubun-ubunku..
Serentak sendi melemas..
Alirkan raga lintaskan imajiku ikuti bayangmu meruang mengisi dingin..
Sampai waktunya nanti..
Nyawa pun harus turut beranjak..
Sedikit kotor kukiaskan kau malam ini..
Tak bermaksud nakal..
Aku hanya sekedar mengingat, bagaimana kuhambakan hati padamu hari itu..
Ada binar terlintas..
Sampai akhirnya menyesal detik ini...
Rumit sebenarnya hati..
Tak pernah tahu kapan akan tertegun..
Daun saja tak bergoyang jika tak berangin..
Kenapa hati bergeming hanya karenamu??
Kau tak menari..
Kau tak merayu..
Tetap saja membuat darah menyentak ubun-ubunku..
Serentak sendi melemas..
Alirkan raga lintaskan imajiku ikuti bayangmu meruang mengisi dingin..
Sampai waktunya nanti..
Nyawa pun harus turut beranjak..
Sedikit kotor kukiaskan kau malam ini..
Tak bermaksud nakal..
Aku hanya sekedar mengingat, bagaimana kuhambakan hati padamu hari itu..
Sabtu, 14 Januari 2012
rieut
ada alasan mengapa bulan tak selalu purnama..
disembunyikan wajahnya jika memang tak seharusnya terlihat..
ada waktunya nanti ia benderang..
terangi punggung bumi yang semakin gelap..
resapkan bahagia bagi wajah yang muram...
harusnya begitu..
harapku pun adanya..
ternyata indah tak seperti indahnya..
ada saja ucap kata yg tak jujur..
coba saja ayah tak bertanya hal..
tak ada bohong yg harus terucap..
dan kuyakin ada alasan mengapa berdusta..
kuyakin itu...
disembunyikan wajahnya jika memang tak seharusnya terlihat..
ada waktunya nanti ia benderang..
terangi punggung bumi yang semakin gelap..
resapkan bahagia bagi wajah yang muram...
harusnya begitu..
harapku pun adanya..
ternyata indah tak seperti indahnya..
ada saja ucap kata yg tak jujur..
coba saja ayah tak bertanya hal..
tak ada bohong yg harus terucap..
dan kuyakin ada alasan mengapa berdusta..
kuyakin itu...
Kamis, 29 Desember 2011
Balerina
Teruskan menari..
Aku masih menunggu di balik punggungmu..
Sampai suatu hari kau lelah..
mempertontonkan senyum dengan balutan pakaian putihmu..
Menengadahkan dada..
Seperti angkuh kulihatnya..
Menipu mereka dengan tarian itu..
Bagiku palsu..
setiap senyuman di gerakmu..
Bagiku maya..
Untukku ilusi..
Tunggu saja nanti kau menoleh..
Kuminta kau katakan saja 'kau tak mencintai'.....
Aku masih menunggu di balik punggungmu..
Sampai suatu hari kau lelah..
mempertontonkan senyum dengan balutan pakaian putihmu..
Menengadahkan dada..
Seperti angkuh kulihatnya..
Menipu mereka dengan tarian itu..
Bagiku palsu..
setiap senyuman di gerakmu..
Bagiku maya..
Untukku ilusi..
Tunggu saja nanti kau menoleh..
Kuminta kau katakan saja 'kau tak mencintai'.....
Senin, 03 Oktober 2011
pendengar seluruh nada (dengarlah)
Aku ingin membias..
Bersama warna yg tlah lama memudar..
Masih dapat kuterka..
Samar warna lukisan yg kukiaskan dulu..
Tak ingin beranjak..
Ingin bersimpuh..
Tertunduk lebih bersujud..
Mengingatnya dalam haru..
Saat aku hampiriMu..
Kubawa namanya dalam do'aku..
Tak ada laku yg bisa kubuat..
Hanya harap tawa tetap merekah darinya..
Binar..semoga dalam binar..
Karena itu memang imingnya...
Bersama warna yg tlah lama memudar..
Masih dapat kuterka..
Samar warna lukisan yg kukiaskan dulu..
Tak ingin beranjak..
Ingin bersimpuh..
Tertunduk lebih bersujud..
Mengingatnya dalam haru..
Saat aku hampiriMu..
Kubawa namanya dalam do'aku..
Tak ada laku yg bisa kubuat..
Hanya harap tawa tetap merekah darinya..
Binar..semoga dalam binar..
Karena itu memang imingnya...
Kamis, 29 September 2011
Rona Merah
Tak ingin lebih..
Hanya ingin sekedar menyapa..
Memandang sekejap rona merah di kedua pipi..
Apa itu berlebihan???
Sedang kulihat mereka..
Tak saling mencinta dengan mudahnya bercumbu..
Tak lagi ada norma..
Tak lagi ada moral..
Memang perih rasa merindu..
Setidaknya begitu kurasa...
Hanya ingin sekedar menyapa..
Memandang sekejap rona merah di kedua pipi..
Apa itu berlebihan???
Sedang kulihat mereka..
Tak saling mencinta dengan mudahnya bercumbu..
Tak lagi ada norma..
Tak lagi ada moral..
Memang perih rasa merindu..
Setidaknya begitu kurasa...
Minggu, 18 September 2011
Semoga Hati Menjaga Janjinya
September di pertengahnya..
Semua berlalu seperti yg kau harap, mungkin..
Di awal lalu kau berkisah..
Setelah bertahun tak ada sapa...
Binar merekah, seketika hati merasa lapang redupkan dosa yg dulu kubuat...
Lelah mungkin..
Atau angkuh aku tak tahu..
Tapi kurasa malu bilakah..
Berhenti menatap aku tak kuasa..
Jangan palingkan masih ingin berbincang denganmu..
Meski dia yg mengerti lebih..
Aku, kamu, dia, mereka..
Ada perbedaan di setiap alur yg digenggam..
Tipis memang, tapi tentukan asa yg kita agungkan..
Senja menghilang..
Di timur bintang menanti..
Ada janji di ujung fajar..
Semoga mentari tunaikan jua...
Aku tersenyum untuk semua..
Bahagia kini karenamu..
Temui hati dan berbinar..
Semoga hati menjaga janjinya...
Semua berlalu seperti yg kau harap, mungkin..
Di awal lalu kau berkisah..
Setelah bertahun tak ada sapa...
Binar merekah, seketika hati merasa lapang redupkan dosa yg dulu kubuat...
Lelah mungkin..
Atau angkuh aku tak tahu..
Tapi kurasa malu bilakah..
Berhenti menatap aku tak kuasa..
Jangan palingkan masih ingin berbincang denganmu..
Meski dia yg mengerti lebih..
Aku, kamu, dia, mereka..
Ada perbedaan di setiap alur yg digenggam..
Tipis memang, tapi tentukan asa yg kita agungkan..
Senja menghilang..
Di timur bintang menanti..
Ada janji di ujung fajar..
Semoga mentari tunaikan jua...
Aku tersenyum untuk semua..
Bahagia kini karenamu..
Temui hati dan berbinar..
Semoga hati menjaga janjinya...
Kamis, 01 September 2011
enyah,jauh,pergi,mati!!!
Lagi..
Sekali lagi tertunduk..
Tanpa tahu apa..
Tak pernah mengerti kenapa..
Selalu saja..
Acuhkan wajah saat bercakap..
Sepertinya hina..
Seakan dihinakan..
Tak sudi menatap mata yg mencari jawab di setiap lirik..
Kemarin ayah memanggil..
Tak satu pun sahut diberi..
Hanya sinis menatap..
Bukan benci..
Bukan kesal..
Tak tahu apa..
Tak mengerti kenapa..
Hanya aku benci melihatnya..
MATI SAJA KAU SEBELUM FAJAR!!!
Sekali lagi tertunduk..
Tanpa tahu apa..
Tak pernah mengerti kenapa..
Selalu saja..
Acuhkan wajah saat bercakap..
Sepertinya hina..
Seakan dihinakan..
Tak sudi menatap mata yg mencari jawab di setiap lirik..
Kemarin ayah memanggil..
Tak satu pun sahut diberi..
Hanya sinis menatap..
Bukan benci..
Bukan kesal..
Tak tahu apa..
Tak mengerti kenapa..
Hanya aku benci melihatnya..
MATI SAJA KAU SEBELUM FAJAR!!!
Jumat, 23 Juli 2010
dia tak harus meredup
mentari tak selamanya setia berpijar..
dia meredup saat camar menjemput bunda..
anganmu slalu menjauhi khayalmu..
dia membias saat lelahmu tuk meraih..
tapi setia kumenjaga..
dalam gelap lelap tidurmu..
biar bintang memikat indah..
tetap fajar menjemput pulang..
maka biarkanlah semua kan merangkuh indahnya..
kau pun kan melepaskan saat aku kembali pulang..
senyummu tak selamanya kan terlihat..
dia meredup jika tangismu kau uraikan..
maka tersenyumlah..
dia tak harus meredup..
dia meredup saat camar menjemput bunda..
anganmu slalu menjauhi khayalmu..
dia membias saat lelahmu tuk meraih..
tapi setia kumenjaga..
dalam gelap lelap tidurmu..
biar bintang memikat indah..
tetap fajar menjemput pulang..
maka biarkanlah semua kan merangkuh indahnya..
kau pun kan melepaskan saat aku kembali pulang..
senyummu tak selamanya kan terlihat..
dia meredup jika tangismu kau uraikan..
maka tersenyumlah..
dia tak harus meredup..
Selasa, 08 Juni 2010
semua mengalir di alurnya
pasir takkan melumuri jika tubuh tak bergelut di pesisir..
bukan salahnya kalau mata pun menjadi buta..
bilakah biru tak lagi membiru..
semua berjalan di garisnya sendiri..
segenggam keringat tak cukup berarti..
naif kukira merasa bertaut dari peluhnya..
biru terkadang enggan untuk membiru..
semua berjalan di garisnya sendiri..
biar tetap mengalun darinya..
seratus lagu dengan nada yang beragam..
karena tak hanya biru yang ingin kita lihat..
putih ingin dipuji dalam ruangnya..
semua berjalan di garisnya sendiri..
semua mengalir di alurnya sendiri..
bukan salahnya kalau mata pun menjadi buta..
bilakah biru tak lagi membiru..
semua berjalan di garisnya sendiri..
segenggam keringat tak cukup berarti..
naif kukira merasa bertaut dari peluhnya..
biru terkadang enggan untuk membiru..
semua berjalan di garisnya sendiri..
biar tetap mengalun darinya..
seratus lagu dengan nada yang beragam..
karena tak hanya biru yang ingin kita lihat..
putih ingin dipuji dalam ruangnya..
semua berjalan di garisnya sendiri..
semua mengalir di alurnya sendiri..
lelah
semua terpejam ketika warna membaur melebur bumi..
meniti langkah yang lelah,
meretaskan nafas yang kian terengah..
aku terpejam..tapi tak mampu aku terlelap..
tapi tetapku kan terpejam..
hingga nanti warna tak lagi membaur..
dan aku kan terlelap..
tidur meninggalkan semua..
selamat malam..
lelaplah jiwa..
selamat malam..
lenyaplah lelah..
ada bagian cerita yang belum lengkap..
terpisah jauh tertelan maya melayang bersamanya di ujung gelombang yang mengangkang..
tapi tetapku kan terpejam..
hingga nanti warna tak lagi membaur..
dan aku kan terlelap..
tidur meninggalkan semua..
selamat malam..
tidurlah lelap..
selamat malam..
lenyaplah lelah..
SELAMAT MALAM..
meniti langkah yang lelah,
meretaskan nafas yang kian terengah..
aku terpejam..tapi tak mampu aku terlelap..
tapi tetapku kan terpejam..
hingga nanti warna tak lagi membaur..
dan aku kan terlelap..
tidur meninggalkan semua..
selamat malam..
lelaplah jiwa..
selamat malam..
lenyaplah lelah..
ada bagian cerita yang belum lengkap..
terpisah jauh tertelan maya melayang bersamanya di ujung gelombang yang mengangkang..
tapi tetapku kan terpejam..
hingga nanti warna tak lagi membaur..
dan aku kan terlelap..
tidur meninggalkan semua..
selamat malam..
tidurlah lelap..
selamat malam..
lenyaplah lelah..
SELAMAT MALAM..
Minggu, 30 Mei 2010
tak akan kembali
kujalani semua peranku dalam cerita
berharap akan kurasakan manisnya perlahan
satu cerita yang mungkin teraba waktu
tak mungkin akan terulang biarpun raga berpulang
kan kutawarkan perasaanku
dan takkan kembali aku meminta
satu senandungmu untukku melantunkannya
satu senyumanmu untukku merasakannya
tanya tentang hati mungkin tanpa jawabnya
bilakah usah kusuguhkan tuk satu purnama
cukup wangimu penuhi ruang hariku
dan kini hilang tentangmu terbawa angin utara
mungkin berarti jika kupergi
dan takkan kembali aku meminta
satu senandungmu untukku melantunkannya
satu senyumanmu untukku merasakannya
berharap akan kurasakan manisnya perlahan
satu cerita yang mungkin teraba waktu
tak mungkin akan terulang biarpun raga berpulang
kan kutawarkan perasaanku
dan takkan kembali aku meminta
satu senandungmu untukku melantunkannya
satu senyumanmu untukku merasakannya
tanya tentang hati mungkin tanpa jawabnya
bilakah usah kusuguhkan tuk satu purnama
cukup wangimu penuhi ruang hariku
dan kini hilang tentangmu terbawa angin utara
mungkin berarti jika kupergi
dan takkan kembali aku meminta
satu senandungmu untukku melantunkannya
satu senyumanmu untukku merasakannya
Langganan:
Postingan (Atom)